Ranieri Ancam Perubahan Leicester

Ranieri Ancam Perubahan Leicester

Manajer Leicester City, Claudio Ranieri mengaku ia mungkin terlalu setia kepada para pemainnya sebagai peraih gelar juara bertahan Liga Premier Inggris msuim lalu kini harus bertempur di zona degradasi.

Leicester City kini terpaut satu poin di atas zona degradasi setelah harus kembali menelan kekalahan 2-0 atas Swansea City Minggu (12/02).

Ranieri yang diberi kepercayaan oleh dewan Leicester pekan lalu, kini harus memberikan perubahan.

“Sulit ketika Anda mencapai sesuatu yang begitu baik Anda ingin memberi mereka satu kesempatan, dua peluang bahkan tiga peluang. Sekarang, munkin itu terlalu sulit,” kata Ranieri.

“Tentu saja, hal ini merupakan salah satu cara yang dapat saya rubah, karena cara ini tidak memungkinkan.

“Saya selalu bertanya kepada diri saya sendiri, tapi saya selalu mengatakan ‘ayo, kita bisa melakukan sesuatu yang lebih baik’.”

Setelah berhasil meraih gelar juara Liga Premier Inggris musim lalu, Leicester City kini mengalami penurunan yang sangat mengejutkan.

Tim yang berjuluk The Foxes ini merupakan satu-satunya tim di empat divisi Inggris tanpa mencetak gol liga di awal tahun 2017 ini, kekalahan atas Swansea kemarin, Leicester kini menjadi juara bertahan pertama yang mengalami kekalahan di lima laga berturut-turut yang sebelumnya di pegang oleh Chelsea pada tahun 1956 silam.

Penurunan Leicester diwujudkan oleh striker Jamie Vardy dan gelandang Riyad Mahrez, keduanya adalah bayangan pemain yang sangat penting untuk merebut gelar klub.

Musim lalu Vardy berhasil mencetak 24 gol, tapi musim ini Vardy hanya mengoleksi 5 gol, sementara Mahrez berhasil mencetak 17 gol dan 10 assist, dibandingkan dengan musim ini yang hanya berhasil mencetak 3 gol dan 3 assist.

Meskipun Leicester saat ini mengalami kegagalan, Ranieri tetap percaya kepada sebagian pemain yang membintangi Leicester musim lalu mampu mengubah nasib mereka.

“Setiap kali saya berbicara dengan para pemain, kami selalu yakin agar bisa mengubah situasi ini,” tambah Raineri.

“Tapi sekarang, ada beberapa pertandingan ke depannya sehingga kami harus menemukan solusi yang tepat. Ada dua pertandingan, satu di Piala FA dan satu di Liga Champions, tapi pikiran kami ada di Liga Premier Inggris.

“Saya pikir kekuatan manusia dapat memiliki keseimbangan yang tepat, Tidak harus begitu tinggi ketika Anda menang.. Tidak begitu turun ketika Anda mengalami kegagalan, Anda ingat apa yang kita lakukan di musim lalu, jadi Anda perlu untuk terus bereaksi bersama-sama.”